Rasanya sangat bahagia, saat anak sudah bisa merespon ucapan kita secara lisan, walaupun kosa katanya masih terbatas.. Bagaimana cara mengajari mereka supaya terampil bicara?

Memandikan Vira (1,5 tahun), merupakan acara yang menyenangkan bagi Hana. Karena sambil memandikan anaknya, dia bahagia sekali mendengarkan Vira menjawab tebakannya. Sambil menyentuh hidung anaknya dia bertanya, ” Ini hi……?” dan Vira menjawab, ”….dung!”. Saat menyentuh kaki Vira, dia bertanya, ”Ini ka….?” dan Vira menjawab, ”….ki!” Betapa bahagianya hati Hana, melihat buah hatinya sudah bisa diajak berkomunikasi. Rasanya dia tidak sabar lagi untuk mengajari Vira bermacam-macam kata.

Selalu Ajak Bicara
Ketika anak mengucapkan kata pertamanya, dunia serasa penuh cahaya. Perasaan orangtua sangat bahagia dan timbul keinginan untuk menyampaikan berita tersebut kepada semua teman dan keluarga. Menurut Richard D. Woolfson, dalam Small Talk, pada anak usia ini, terjadi pergeseran yang besar dari celoteh yang terkendali menjadi kata sebenarnya, dan merupakan langkah raksasa ke depan dalam kemampuannya berbahasa. Sejak saat itu, kosa katanya terus bertambah. Seiring dengan itu, terjadi perubahan dalam bahasa tubuh, perbaikan keterampilan bergerak, dan kemampuan pemahaman.

Untuk mendorongnya, selalu ajaklah anak bicara tentang semua hal yang anda lakukan bersamanya. ”Saatnya bermain!”, ”Ayo kita susun balok bersama!”, atau ”Hmm, lezat sekali kue ini, ya!” Meskipun anak belum mampu menjawab atau bahkan memahami perkataan kita, tetaplah berbicara. Mulailah dari hal-hal konkrit dan kegiatan rutin yang paling dekat dengan kehidupannya, seperti makan, bermain, mandi, memakai baju, buang air, memakai sepatu, tidur, dan juga mengenalkan anggota keluarga dengan panggilan yang benar, seperti papa, mama, kakek, nenek, dan lain sebagainya. Lakukan kontak mata, ucapkan pelan dan pilihkan kata-kata yang sederhana, sehingga memudahkan anak untuk menangkapnya.

Ucapkan dengan Benar
”Num cucu…Ma!” atau ”Mau jiyuk…jiyuk…!” Suara cadel anak-anak terdengar lucu dan menggemaskan. Namun bukan berarti, kita harus menjawabnya dengan cadel juga. Jika kita mengikuti bahasa mereka, berarti kita memberi stimulus bahasa yang salah. Jika anak berbicara cadel, sebaiknya ulangilah dengan mengucapkan kata yang benar. ”O..adik minta minum susu,” atau ” Adik mau jeruk, ya!”. Menurut Seni Septiani, Psi., psikolog dari Pusat Konsultasi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja RAMANIYA, orang tua dan orang dewasa di sekitarnya berperan dalam pengasuhan anak, untuk mengajarkan komunikasi dengan menggunakan kaidah bahasa yang benar, jelas maksud dan artikulasinya. Hal ini untuk mengkondisikan anak terbiasa mendengarkan yang benar sehingga otaknya secara otomatis terlatih untuk mengucapkan secara benar.

Mengajari Bicara

Juana B. Good M.S. dalam How to Help Your Baby Learn to Talk, menyatakan bahwa penting sekali menyiapkan lingkungan yang merangsang bayi untuk bicara. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah :

* Pandai membaca isyarat. Para bayi menangis dengan keras untuk menunjukkan bahwa dirinya lapar, haus, sakit, lelah, atau bosan. Saat bayi anda menangis, berilah perhatian pada tangisannya dan berusahalah memperkirakan apa keinginan mereka sebenarnya. Dengan mengartikan tangisan bayi dengan benar, maka anda telah mengajarinya bahwa setiap suara mempunyai arti.

* Gunakan suara-suara dan bahasa isyarat yang menarik saat bersama bayi. Gunakan kalimat-kalimat pendek sederhana, setiap kali mereka melakukan kegiatan-kegiatan rutin seperti, ”Adik lapar?”, ”Mau minum susu?” atau ”Adik ngantuk ya?”. Lakukan berulang-ulang dengan penuh ekspresi, maka mereka akan belajar untuk menirukannya.

* Setelkan musik dan lagu anak saat di mobil atau di rumah. Dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang, maka bayi akan belajar mengenal banyak kosa kata.

* Bacakan buku untuknya. Pilihlah buku dengan banyak gambar dan warna-warna yang menarik. Mulailah dengan menunjuk gambar dan menyebutkan namanya. “Lihat, Si Poni makan apel warna merah!” atau ”Pak Bona tinggal di rumah yang besar.” Biarkan jari-jarinya menunjuk-nunjuk gambar dan bantulah dengan menyebutkan apa namanya.

* Saat berbicara dengan bayi, ucapkan beberapa kata, kemudian berhentilah sejenak, lakukan kontak mata, dan biarkan mereka meneruskan kalimat yang terpenggal tersebut ”Baju adik warna me……” biarkan dia mencoba menjawabnya. Seandainya masih salah, tunjukkan jawaban yang benar dan mintalah dia untuk mengulangnya.

* Sediakan bermacam-macam mainan, seperti papan tulis mini, balok, xylopone, boneka, dan lain sebagainya. Bermainlah sambil bercakap-cakap bersamanya. Saat menyusun tumpukan balok menjadi sebuah menara, otak bekerja seperti menyusun kata menjadi sebuah kalimat.

* Ajaklah bermain di ”peternakan”. Kenalkan suara-suara binatang dan beraktinglah bagaimana mereka berjalan. Permainan ini sangat menyenangkan karena mereka bisa mengeluarkan suara-suara aneh seperti ”meong…” untuk suara kucing, ”mbbekkk…” untuk suara kambing, ”kwek-kwek-kwekk…” untuk suara bebek, dan lain sebagainya. Permainan ini merangsang anak untuk belajar bicara.

* Doronglah anak untuk bermain bersama teman-teman sebaya, maupun dengan anak yang lebih tua. Dia akan terpesona dengan penggunaan bahasa teman-temannya dan menimbulkan keinginan untuk menirukannya. Interaksi sosial dengan orang lain akan merangsang perkembangan bahasanya. Mereka akan belajar kapan saat berbicara, kapan saat mendengarkan, menambah perbendaharaan kata, dan juga kepercayaan dirinya.

* Jangan biasakan bertanya, ”Apa ini?” atau ”Apa itu?” kepada anak. Tapi biasakan dia berpikir terlebih dahulu dengan memberi sedikit petunjuk, ” Binatang apa yang suka pisang?”, kemudian biarkan anak untuk menebak. Seandainya dia belum berhasil menebaknya, berikan petunjuk mengenai suaranya. Jika belum berhasil juga, peragakan cara berjalannya, dan seterusnya.

* Berikan penghargaan dalam setiap kemajuannya. Setiap saat bayi akan menambah kemampuan bicaranya jika mendapat rangsangan yang cukup dari lingkungannya. Berikan penghargaan pada setiap kemajuannya dengan memberikan pelukan hangat, tepuk tangan, dan senyum kebanggaan, sehingga meningkatkan semangat dan kepercayaan dirinya.

Mengikuti perkembangan bahasa seorang anak sangat menyenangkan. Setiap kemajuan yang dicapainya, sangat membahagiakan orang di sekitarnya. Latihlah dengan penuh kesabaran tapi tetap dengan cara yang menyenangkan.

Source : http://www.parentsguide.co.id
Picture Profile : Dasha Arsyad Avila