26 Oktober 2008 pukul 03.55 adalah saat pertama aku dinobatkan oleh Yang Maha Kuasa menjadi seorang ibu dari bayi laki-laki dengan berat 2,7 kg dan panjang 49 cm yang diberi nama Dasha… Rasa haruu, bahagia…dan rasa tertegun karena aku telah melahirkan bayi mungil bercampur aduk di dalam benakku saat itu… Tp syukur alhamdulillah segalanya dimudahkan oleh Allah. Meski saat itu aku tidak ditemani suamiku karena beliau sedang dalam perjalanan dinas yang tidak bisa ditinggalkannya. Selama proses persalinan, mama dan mama mertua mendampingiku dan terus menyemangati diriku, mulai bercerita banyak hal tentang persalinan, berdoa bersama, sampai memberikan diriku kue marie dan pocari sweat agar diriku masih punya cukup stamina sampai detik-detik saatnya melahirkan… Saat proses inisiasi dini hati rasanya plong akhirnya bisa memeluk anakku. Wajahnya yg lucu dan bibirnya yang mungil bikin gemess bikin diriku gak bosen-bosen memandanginya deh, meski di rambutnya masi banyak bekas-bekas darah yang belum dibersihkan:P. Ayahnya memang saat itu tidak bisa mengadzan-i tapi masi ada Kung-nya Dasha lho, sedangkan papaku yang tinggal di rumah sempet bingung plus gelisah dan akhirnya pergi ke masjid di belakang rumah untuk berdoa dan menghilangkan kekhawatirannya akan diriku… huhuhu sangat terharu aku, sampe akhirnya pagi-pagi ketika sudah dapet berita anakku lahir eeeh si papa malah ambruk karena masuk angin…

Selama hamil aku memang banyak melahap berbagai buku2 seputar kehamilan, browsing di internet, ngikutin majalah parents guide or pg online dan juga gak lupa gali-gali info dari para moms temen-temenku dikantor dan sodara yang udah punya pengalaman melahirkan. Senengnya banyak juga temen-temenku yg dengan sukarela meminjamkan berbagai pernak-pernik ibu hamil. Dari situ aku bisa mempersiapkan baik-baik persalinanku dan bagaimana menyikapi saat hari H tiba. Begitu harinya datang ternyata segala persiapanku memang sangat bermanfaat, tidak ada yang panik dan semuanya berjalan smooth… barang-barang penting yg ketinggalan juga tidak terjadi, dan alhamdulillah semua baik-baik saja…

Perjuangan menjadi ibu baru memang tidak mudah, aku harus sehari berpisah dengan anakku karena dia harus menjalani fototerapi, kadar bilirubinnya kurang dan disekujur tubuhnya sedikit kuning. Belum lagi, sampai aku pulang dari RSIA ASI-ku masih belum keluar juga…sedih😦 Masi ada lagi, selama ASI-ku masih belum bisa keluar si Dasha juga rada ogah-ogahan minum susu formulanya… jadi tambah bingung sekarang. Dicobain beberapa macam merk susu formula hasilnya sama saja… ASI-ku baru bisa keluar pada hari ke-empat, itupun harus ekstra sabar karena masih sedikit sekali… sampe nangis karena lecet dan khawatir dengan kondisinya si Dasha…

Baby Blues Syndrome, sudah berkali-kali aku membaca tentang hal ini… hihihi tapi ternyata diriku kena juga. Khawatir yang terlalu berlebihan terhadap si Baby dan merasa cemburu yang berlebihan kepada orang-orang yang dekat sama Dasha bahkan sama Mamaku sendiri lhoo. Jadi marasa seperti induk betina begitu dah… yang waspada klo anak-nya diapa-apain sama orang lain tapi sebenernya lagi super bingung dan membutuhkan bantuan dari orang sekitar juga. Nah disini nih… peranan suami bener-benar dibutuhkan. Wess.. apa yg pernah aku baca dan pelajari kok rasanya hilang semua. Syukur alhamdulillah suamiku sabarrrr pas menghadapi diriku yg seperti itu, pernah aku sampe teriak anakku gak boleh digendong sama siapa-siapa… klo inget yg begitu jadi geli juga, soalnya gak terpikirkan aja. Ternyata dengan berbagai persiapan yang ada ternyata masi belum cukup terutama dari sisi psikis-ku. Berbagai nasihat dari orangtuaku dan juga pengertian dari suamiku bener-bener membuatku terlepas dari itu semua, dan selanjutnya berjalan dengan baik…

Anakku tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan, setiap hari selalu adaaaa aja tingkah polah yang lucu dan kebisaan barunya. Berat badannya juga terus bertambah dan udah pernah sekali ikut Lomba Balita Sehat dan Fotogenik…hihihi alhamdulillah masuk sampe semifinal, meski belum dapet juara tapi itu sudah bikin bangga mama dan ayahnya. Karena selama lomba dia berani dan tidak rewel sama sekali, tujuannya kan untuk memperkenalkan dia dengan lingkungan dan belajar bagaimana bersosialisasi… ehh ternyata bisa masuk semifinal, byuh… seneng sekali… Buatku itu hanya bonus, dengan melihat dia berani tampil aja rasanya udah bangga sekali…

Perasaan campur aduk kembali datang ketika saatnya harus kembali bekerja… Mikirnya sih, beratttt ninggalin Dasha dirumah meskipun dititipkan ke orang yg sangat aku percaya, Mamaku sendiri. Pikiran aneh2 muncul bolak balik… Gimana nanti klo anakku gak bisa deket sama mamanya, gimana nanti klo dia lebih nyaman sama Mbah Ti-nya daripada sama mamanya sendiri, atau… aduh de el el… yang bikin hari pertama aku berangkat kerja sambil nangis… Hari pertama berlalu, berikutnya hari kedua… dan hari selanjutnya aku bekerja ternyata tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Semua hanya pikiran-pikiran negative diriku saja. Memang sih ada kalanya Dasha sedikit cuek sama Mamanya, tp selanjutnya juga tetep aja dia bisa dekat denganku dan menunjukkan sayangnya kepadaku meski dengan cara bayi :P… Dan akupun terus untuk berusaha sabar dan mencoba untuk selalu menyikapi dengan bijak, dan terus memberikan apa yang terbaik yang bisa aku berikan kepada anakku saat ini… Aku hanya bisa yakin semoga anakku adalah anak yang pintar seperti namanya dan bisa memahami kondisi kami orang tuanya…

Suamikuu… berbahagialah aku memilikinya, kalo kata orang Jawa “prigel” karena dia tidak segan2 membantuku dalam segala hal bahkan membantu mengganti popok, membuatkan susu, dan ikutan bangun tengah malam ketika si kecil rewel. Sampai saat ini pun ketika Dasha sudah mulai besar dia tidak segan2 meluangkan waktunya hanya untuk mengajak bermain atau sekedar menemani bobo… Meski jadinya perhatian kepada diriku berkurang karena perhatiannya tersita ke si kecil yang super lucu itu, ketemu juga seminggu sekali… Aku pernah protes kenapa kok begitu yaa?? tp ya sudahlah semua sudah berubah… tp bukan berarti tidak seperti dulu lagi kannn, cuma sesekali paling tidak aku minta waktu khusus berdua aja, entah hanya untuk makan bareng ato belanja berdua… Belum lagi waktu liburan weekend juga harus dibagi rata dengan Eyang Kung dan Uti-nya (mertuaku.red) hehe… karena mereka juga wajib kebagian maen dan sayang-sayangan sama si Dasha.

Sekulah…sekula… Kepikiran pengen ngikutin Dasha di Baby School, karena anaknya aktif jadi pengen aja sih dia sekolah biar bisa lebih terfokus pembelajaran di usia dini dan biar ada variasi kegiatan enggak mlulu di rumah aja. Pernah dua kali trial di 2 baby school yang ada di Malang, anaknya sih seneng2 aja karena banyak mainan dan ada teman sebaya yg diajak maen bareng… Selama trial ternyata Dasha bisa cepet adaptasi dan enggak canggung, dan dari evaluasi guru-gurunya selama trial Dasha termasuk anak yg aktif dan cepat daya tangkapnya. Hmmm… tapi dari segi biaya ternyata lumayann… Ada yang sekitar 1,5 juta sampai 4 juta untuk permulaan dengan SPP perbulan ada yang 100 ribu hingga 350 ribu perbulan. Setelah dipikir lagi, dan pertimbangan siapa yang mengantar sekolah… yaa secara baby school yang deket rumah masi belum ada sihπŸ˜› … jadinya aku dan ayahnya si Dasha memutuskan untuk skip dulu deh baby schoolnya… Sementara ini untuk pembelajaran hehe diajarin sendiri aja deh sama guru bunda alias mamanya sendiri atau eyangnya, yang penting untuk seusia ini adalah kualitas dan menganut metode joyful learning… semuanya diajarkan sambil bermain dan ketika si anak berhati gembira… Kalo untuk Baby Club, hihihi… nanti aja deh… dipikirkan lagiπŸ˜€

Dan yahh… pagi ini berangkat kerja si Dasha nangis dulu karena mamanya diminta nemenin main dan gak boleh berangkat kerja. Hiks…hiks ada rasa sedihlah pastinya. Tapi aku harus sabar jalaninya, toh hari ini udah hari jumat dan besok sudah weekend! Harus puas2in maen sama Dasha dan Ayahnya…

June 25, 2010