Menjadi suam istri di long distance relationship itu gampang-gampang susah buatku dan suamiku, sudah hampir 6 tahun kira-kira…. Tidak ada kata lain yang tepat selain kata “bersabar…. ”
Bersabar karena ketemu seminggu sekali pas weekend…
Bersabar karena komunikasi hanya bisa dilakukan via telepon saja….
Bersabar karena kalaupun weekend, masi tetap harus harus berbagi waktu dengan keluarga lainnya…
Bersabar karena waktu untuk kumpul bareng teman atau sahabat jadi hal yg sangat jarang karena keterbatasan waktu….
Bersabar karena “syndrom hari minggu” rasanya berattt kalo uda hari minggu karena uda waktunya mau pisahan lagi… Dan siap menantikan weekend lagi…
Bersabar karena jika suatu saat benar2 membutuhkan pak jurek untuk diajak berbagi segala hal tp dia ga ada cuma bisa telpon2an…. Akhirnya cuma bisa (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩) dan bobok aja dehh… Mengistirahatkan diri saja.
Dan akhirnya hanya bisa yakin dan bersabar untuk menantikan bahwa ada waktunya nanti akhirnya akan bersama…. ªkü, suamiku dan juga anakku!
Bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah hal biasa, karena kondisi long distance yang jauh lebih berat masih banyak diluar sana, dan karenanya ªkü masi wajib bersyukur, karena اَللّهُ ga mungkin tidak memberikan yang terbaik buat umatnya. Aminn….. Sekalipun masi sering dongkol karena hal ini dengan beraneka keterbatasan yg disebabkannya, tapi masi banyak sekali yang bisa ªkü syukuri sampai hari ini….
Bersyukur karena ªkü masi bisa memeluk anakku dan bermain sama anakku tiap pulang kantor…
Bersyukur karena kami semua masi diberi kesehatan menjalaninya…
Bersyukur karena masi ada mama dan papa yg bisa diajak ngobrol…
Bersyukur masi ada hape buat menghilangkan bosan :p dan bisa dipake menulis apa aja…
Bersyukur karena masi banyak lagi…. Dan semoga rasa syukurku ini menjadi obat hati dan dasar kesabaranku manjalaninya. I luv u so much…. I’m happy to be ur wife Pak Donny, can’t wait to see u this weekend….
اَلْحَمْدُلِلّهِ

Monday, 14 March 2011 at 07.05 Indonesia Time.

Posted with WordPress for BlackBerry.