Tag

, , ,

Terimakasih banyak buat @UntukAnak yang sudah mentwit beraneka info yang sangat berguna buat kami para orang tua. Menjadi orang tua bukan perkara mudah, setiap hari paling tidak kita harus terus menimba ilmu dan mencari berbagai informasi sebagai kajian untuk membimbing putra putri kami. Dan mungkin ini salah satunya yg sangat bermanfaat. Rangkuman twit mengenai anak aktif dan hiperaktif serta bagaimana cara menyikapinya dan mensiasatinya. Dasha mungkin termasuk anak yg aktif sekali dan jika aku boleh bilang memiliki energi yg sangat berlebih, tapi meskipun demikian dia bukan tipe anak yg tidak bisa diatur, pelan tapi pasti rutinitas yg aku coba terapkan mulai dijalaninya. Bismillah aja semoga terus bertambah baik dan lancar..

Menghadapi si kecil yang hiperaktif

Memiliki anak yang aktif dan ceria, orangtua mana pun pasti bahagia.

Tapi jika anak terlampau aktif dan tak bisa diam, pasti Bunda kewalahan juga.

Misalnya, ketika waktunya makan, ia malah sibuk lari-larian ke sekeliling penjuru rumah.

Ketika bermain pun tak jarang ia mengalami kecelakaan kecil seperti tersandung atau terantuk sesuatu hingga memar.

Namun, Bunda juga jangan lekas-lekas mengecapnya bandel.

Karena itu, Bunda perlu mengetahui langkah-langkah dasar dalam menghadapi anak hiperaktif.

Pertama, atur pemberian makanan yang mengandung gula atau karbohidrat sulingan berkadar tinggi,

seperti nasi putih atau berbagai produk olahan tepung, agar tidak berlebih.

Hindari juga penyedap rasa serta pemanis dan pewarna buatan.

Asupan yang tepat untuk membantu Bunda menghadapi anak hiperaktif adalah :
– makanan yang mengandung kalsium dan magnesiumโ€”seperti sayur-mayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain itu, karena pergerakan anak hiperaktif sangat dinamis, metabolisme tubuhnya pun relatif cepat sehingga ia butuh asupan lebih sering daripada anak yang lain.

Kedua, menghadapi anak hiperaktif juga membutuhkan banyak kesabaran.

Menerapkan kedisiplinan itu penting, tapi usahakan untuk tidak berlebihan dan otoriter.

Terutama untuk anak hiperaktif, tekanan dan omelan hanya akan membuatnya semakin berontak.

Jadi, dalam keadaan sejengkel apa pun, Bunda sebaiknya berusaha menenangkan diri dan menegur si kecil dengan cara yang lebih persuasif seperti bujukan yang halus dan memberikan penjelasan.

Pada beberapa kasus, menghadapi anak hiperaktif mungkin memerlukan pemberian obat sesuai dengan petunjuk dokter. Akan tetapi, sebisa mungkin hindari penggunaan obat-obatan.

Jika Bunda sudah merasa bahwa hiperaktif si kecil sudah mustahil untuk ditangani sendiri, bawa ia bertemu psikolog anak untuk menjalani terapi cognitive behavior untuk menumbuhkan self control dalam dirinya.

Terakhir, anak hiperaktif biasanya memiliki energi berlebih. Jadi, ada baiknya jika Bunda menemani si kecil menjalani aktivitas fisik seperti bermain di lapangan untuk menyalurkan energi tersebut.

Ketika ia merasa lelah, Bunda juga bisa menemaninya dengan membacakannya cerita ringan. Sambil bersantai di rumah untuk melatih kemampuannya berkonsentrasi.

Karena, pada dasarnya anak hiperaktif memiliki potensi intelegensi yang luar biasa ketika ia mampu berkonsentrasi

Sekian kultwit dari kami, semoga bermanfaat bagi ayah dan bunda

Source :@UntukAnak, 15 Mar 2012